hidup terlalu singkat untuk kita berpikir statis. terkadang manusia dihadapkan pada kenyataan bahwa yang dihadapinya sekarang adalah masalah yang amat kompleks. mulai dari mencukupi kebutuhan sendiri, problematika dalam keluarga, ataupun konflik2 kecil yang terjadi di antara kita dan orang2 di tempat kita beraktivitas, baik sekolah maupun kantor. tetapi itu semua hanyalah pemandangan rutin yang kita jalani setiap hari. yang terpenting bukan bagaimana kita menyelesaikan masalah secepatnya, namun memaknai masalah yang kita hadapi dengan sikap dan akhlak yang terbaik dari diri kita. seperti ketika berjalan menyusuri hutan. jika kita berjalan hanya untuk sekedar untuk tahu dan segera menuju tempat peristirahatan, yang kita rasakan tidak jauh berbeda dengan menuju tempat kita bekerja. akan tetapi jika di dalam perjalanan tersebut kita menyempatkan diri sejenak untuk berhenti dan menghirup udara segar, menikmati pemandangan sepuasnya, melewati jalanan setapak yang penuh ranting dan tanaman liar dengan hati ringan, maka saat mencapai tempat peristirahatan kita akan merasa puas dengan perjalanan tadi. seperti itulah hidup yang sesungguhnya, mengambil hikmah dari setiap peristiwa dan memaknai hal2 kecil yang terjadi di lingkungan sekitar akan menjadikan diri kita manusia yang benar2 mengerti arti dari sebuah kehidupan. karena sesungguhnya kehidupanlah yang diciptakan untuk manusia, bukan sebaliknya.